Post Image

Pandemi COVID-19 membuat banyak kegiatan terganggu dan berdampak pada lumpuhnya roda perekonomian. Namun bagi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kondisi ini justru menjadi tantangan besar untuk tetap berkomitmen untuk mendorong para pelaku UMKM khususnya di industri mode agar tetap bisa bertahan dan berkarya di tengah pandemi.

“Dari data yang kami himpun selama sembilan tahun menyelenggarakan pameran dagang Indonesia Fashion Week, secara umum, para pelaku industri fashion berbasis kerajinan tangan tumbuh dengan baik,” ujar Poppy Dharsono selaku presiden IFW sekaligus Ketua APPMI.

APPMI juga memiliki tanggung jawab sosial dengan mendukung industri mode berkelanjutan atau lebih dikenal dengan istilah sustainable fashion. Sebagai organisasi yang berasas ketuhanan, kemanusiaan dan keadilan sosial, APPMI menyadari bahwa salah satu tugas dan tanggung jawab terbesar bagi para pelaku industri mode adalah menyelamatkan bumi manusia dari kerusakan lingkungan yang semakin nyata. Salah satu penyebab terbesar dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang melanda kehidupan dunia saat ini adalah limbah yang dikeluarkan oleh industri fashion.

“Fokus perjuangan APPMI dititikberatkan pada program pembangunan industri mode Indonesia yang berkelanjutan, berdikari dan berkepribadian nasional. Berkelanjutan berarti menerapkan prinsip dan komitmen menjaga kerapian, keserasian, kelestarian, kelelarasan dan keseimbangan alam dalam proses penciptaan karya,” jelas Poppy Dharsono.

Meski kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dilarang terkait kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona, namun pekan mode terbesar di Asia Tenggara yakni Indonesia Fashion Week (IFW) akan tetap digelar. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Indonesia Fashion Week (IFW) 2020 akan digelar secara virtual dengan rangkaian acara yang menarik.

Indonesia Fashion Week (IFW) 2020 yang digelar secara virtual akan mengangkat tema yang sama seperti tahun sebelumnya yakni ” ‘Tales of the Equator – Treasure of the Magnificent Borneo”. Pemilihan kembali Kalimantan (Borneo) sebagai tema acara IFW 2020 dilandasi oleh kenyataan sejarah bahwa pulau kalimantan memiliki unsur kebudayaan yang sangat beragam, keunikan yang kaya, serta memiliki banyak dimensi yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi industri mode Indonesia yang tak terbatas.

Pemilihan tema tersebut juga merupakan pelaksanaan dari komitmen Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), untuk terus mendukung kemajuan dan pengembangan promosi budaya Indonesia yang berkepribadian nasional sebagaimana tercantum dalam semangat Trisakti bangsa Indonesia.

Indonesia Fashion Week (IFW) Virtual 2020 yang akan dihelat pada 14-15 November 2020, bukan hanya menampilkan karya-karya spektakuler dari para desainer lokal hingga mancanegara, tetapi juga ada program Fashion Talk yang menarik untuk disimak.

Next
Sustainable Fashion Etika untuk Menyelamatkan Bumi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.