Kulturtama, Kolaborasi Memikat Desainer dan Tokopedia Majukan Fashion Indonesia

0
710
KULTURTAMA

Jakarta – Salah satu yang paling dinantikan dalam perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 adalah kolaborasi Tokopedia dengan 6 label desainer dalam koleksi eksklusif bertajuk Kulturtama. Koleksi diperagakan di hari keempat IFW 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (31/3).

Mengusung tema Kulturtama, para desainer dengan enam label fashion ini merefleksikan budaya Indonesia dalam karya terbaru mereka yang akan mewarnai perkembangan fashion Indonesia tahun ini. Enam desainer berbakat tersebut adalah  Amanda Rahardjo, Hattaco by Rani Hatta, Arkamaya by Danny Satriadi, Jajaka X Ivan Gunawan, dan Abee X Ariy Arka dan X-P label (karya kolaborasi dari Rudy Chandra, Nita Seno Adji, dan Yulia Fandy).

Pergelaran dibuka dengan tampilnya koleksi Amanda Rahardjo, desainer yang memiliki konsep unik dan tidak biasa dalam menciptakan rancangan. Amanda dikenal piawai dalam ‘menyulap’ tampilan mewah menjadi nyaman dikenakan di mana saja. Karya jebolan sekolah fashion RMIT University, Melbourne, Australia ini boleh dikata mendunia.

Koleksi Amanda kali ini terinspirasi dari latar batik Nusantara. ‘Ternyata ada bagian dari latar batik antik yang modern, misalnya bentuk heksagonal,” kata Amanda.

Nuansa warna hijau mendominasi karya Amanda yang menjadi bagian dari koleksi eksklusif Kulturtama. Dibandingkan dengan koleksi-koleksi sebelumnya yang memiliki potongan lebih tegas, untuk koleksi kali ini Amanda memilih potongan yang lebih fluid. Busana yang dapat dibeli melalui Tokopedia ini menawarkan beragam variasi, mulai dari atasan, bawahan, dress, hingga outerwear.

Hal lain yang menarik perhatian dari koleksi 12 set busana ini adalah penggunaan kain yang tidak biasa, yaitu kanvas untuk atasan dan bawahan. ‘Saya padukan dengan print berbentuk bunga tulip dan pisang-pisangan yang dibuat khusus untuk koleksi ini,” imbuhnya.

Tiga desainer Rudy Chandra, Yulia Fandy, dan Nita Seno Adjie berkolaborasi dalam X-P Label.  Dalam projek ini, tiga desainer berusaha keluar dari gaya yang sudah dikenal oleh publik selama ini. Sesuai dengan tema bertajuk Alter-Ego, malam ini Rudy, Yulia, dan Nita membuktikan bahwa mereka mampu menaklukkan ego masing-masing dan bermetamorfosis menjadi kreator yang dapat melebur dalam dinamika industri mode Indonesia.

Ketiganya  menampilkan karya yang lebih ringan kasual dan fashionable dengan dominasi hijau, putih, hitam, dan nude pada beberapa material, seperti katun dan gabardine.  “Ini semacam proyek percontohan untuk teman-teman APPMI untuk bisa gabung di Tokopedia,” kata Rudy.

Kolaborasi yang diciptakan tiga desainer ini mudah dipadupadankan. “Misalnya outer dari saya, tapi bawahan bisa dari Nita,” imbuhnya. Ketiganya sengaja menciptakan busana dengan warna modern yang cocok dikenakan oleh perempuan karir. “Busana ini berdaya pakai,” jelas Rudy.                                        

Chief Operating Officer Tokopedia Melissa Siska Juminto mengatakan, kolaborasi dengan desainer fashion Indonesia merupakan salah satu upaya pemerataan ekonomi digital. “Tokopedia senang mendorong kreator lokal untuk berkembang dengan menciptakan ekosistem fashion agar bisnis mereka lebih maju,” ujar Melissa.

Dia menambahkan, keragaman budaya adalah salah satu elemen utama yang memberikan identitas unik pada industri fashion Indonesia. “Tokopedia percaya bahwa dengan ekosistem yang tepat, pengembangan industri fashion berbasis kebudayaan lokal berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi nasional,” tandasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here