Karya Uis Gara dari Karo Menjadi Pemenang IYFDC 2018

0
788
Karya Uis Gara dari Karo

Jakarta – Identitas Kultur (Cultural Identity) menjadi tema besar yang diangkat dalam Indonesia Fashion Week 2018. Tema ini memberikan ciri dan kepribadian nasional melalui tren fashion Indonesia. IFW 2018 juga memiliki visi untuk mendekatkan generasi muda Indonesia kepada budaya Indonesia, melalui fashion. Salah satu program unggulan IFW bersama dengan Tokopedia – official e-commerce partner– adalah Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC), sebuah kompetisi desain fashion untuk anak muda.

Lomba desain IYFDC diselenggarakan dengan maksud untuk merangsang kreativitas anak muda dalam bidang fashion dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menjadi seorang perancang mode. Setelah menjaring lebih dari 200 karya peserta, terpilih 21 finalis yang masing-masing membuat 3 set busana siap pakai. Ke-21 finalis tersebut mempresentasikan karyanya di panggung utama IFW 2018, pada Sabtu, 31 Maret 2018 di hadapan publik dan para dewan juri. 

Dewan Juri kali ini adalah Kepala BEKRAF RI Triawan Munaf,  Chief Operating Officer Tokopedia Melissa Siska,  Bianca Lim dari Koefia International Fashion Academy, Italy,  Shinta Djiwatampu Program Director Lasalle College Jakarta, Herlina Widjaja dari Galeries Lafayette, Harry dari Metro TV,  K Nina Adelia dari Trinaya Media, Vice President APPMI Musa Widyatmodjo, dan Ketua APPMI Jawa Barat Harry Ibrahim.

Tema IYFDC 2018 sejalan dengan tema besar IFW 2018, yaitu Cultural Identity. Tujuan pemilihan tema ini, adalah supaya generasi muda juga mengetahui beragam kekayaan budaya Indonesia, kemudian mempelajarinya dan berinovasi dengan unsur budaya tersebut.

Dan terpilih sebagai pemenang pertama, yaitu Mayenda Pebri Dita Purba dengan karyanya Uis Gara. Mayenda mengolah busana dengan kain Uis, yang berasal dari daerah Karo, dekat dengan Gunung Sinabung. Sebagai juara I, Mayenda berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp100 juta dan beasiswa dari Koefia International Fashion Academy, Italy selama 1 tahun.

Pemenang 2 adalah Yuli Puspita Sari dengan koleksi berjudul Tare Tare Sapu Iluh. Yuli mengangkat kain ulos berwarna biru indigo, yang menceritakan proses pemakaman suku Batak. Yuli mendapatkan hadiah uang tunai 75 juta rupiah dan beasiswa dari Lasalle College Jakarta.

Pemenang 3 adalah Katherine Sumanto dengan karyanya Samawa dan sebagai juara favorit adalah Ivan Rizky Pratama dengan karya berjudul We’ekuri. Pemenang 3 dan favorit berturut-turut mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta dan Rp25 juta.  

Harry Ibrahim sebagai salah satu dewan juri, mengatakan bahwa kriteria penjurian dalam menentukan pemenang IYFDC adalah kreativitas, pemahaman terhadap identitas kultural yang digunakan dalam koleksi, berdaya pakai tinggi, dan presentasi karya di runway. “Berdasarkan kerjasama dengan Tokopedia, kita juga menambahkan kategori bahwa selain daya pakai, koleksi pemenang juga harus memiliki daya jual yang cukup tinggi. Dan keempat juara IFYDC kali ini semuanya memang sangat wearable dan siap jual”.

Melissa Siska dari Tokopedia juga mengatakan, “Tokopedia memiliki misi untuk mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital. Di Tokopedia, kami ingin orang bisa menemukan apapun, mewujudkan apapun hobinya, sehingga Tokopedia selalu berupaya supaya semua ekosistem saling mendukung. Kolaborasi Tokopedia dengan IFW didasari dengan kesamaan visi untuk mendukung para kreator lokal bisa berkembang di Indonesia.”

Para pemenang dan finalis IYDFC juga diharapkan untuk tidak berhenti di sini. Seperti yang dipesankan oleh Triawan Munaf, “Yang ingin kami dorong dari BEKRAF, agar mereka tidak hanya menjadi desainer handal, tapi juga punya sense of business yang baik. Para desainer harus mau untuk scale up, mau, dan mampu melihat fashion sebagai bisnis yang berpotensi.  Jangan puas hanya mencipta dan mendesain busana, tapi berpikirlah untuk scale up dan memberikan kontribusi lebih untuk kesejahteraan Indonesia.”

Sementara, Miss Bianca dari Koefia mengucapkan kegembiraannya bisa terlibat dalam penyelenggaraan IYDFC ini. “Saya mengucapkan selamat kepada IFW dan para pemenang. IFW mempunyai level yang sangat tinggi karena kreativitas dan fungsionalitas yang bersinergi. Saya juga mengerti bahwa para finalis dan pemenang pasti menemukan berbagai kesulitan dalam mewujudkan hasil idenya. Karena ini merupakan sebuah seni, dan membutuhkan studi yang lebih untuk menciptakan kreasi seni yang complicated,” kata Bianca.

Bianca melanjutkan,” Saya kira Mayenda adalah calon desainer yang cocok untuk mendapatkan beasiswa dan menjalani studi fashion di Italia. Mudah-mudahan Mayenda bisa segera datang ke Italia, dan kita akan bisa saling membagi kultur Indonesia ke Italia, sehingga terjalin pertukaran kebudayaan. Dan terimakasih kepada Ibu Poppy Dharsono atas kesempatan yang diberikan,” tandas Bianca.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here