Wastra Nusantara dalam Garis Rancang yang Playful

0
210

Jakarta – Playful dan artistik, sebuah kalimat yang pas untuk menggambarkan koleksi bertema Artistic Identity. Koleksi tersebut  diperagakan di hari pertama Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, yang digelar oleh Asosiasi Perancang  Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/3).

Artistic Identity merupakan bagian dari tema besar IFW 2018: Cultural Identity. Tema tersebut memiliki makna budaya sebagai sumberdaya, inspirasi, sekaligus identitas untuk mengembangkan fashion Indonesia sehingga bertumbuh dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Koleksi yang memikat mata tersebut dipersembahkan oleh 12 desainer Indonesia dan 5 diantaranya adalah anggota APPMI. Semua koleksi memiliki nafas sama, yaitu terinspirasi oleh tiga destinasi wisata, yang dipromosikan sebagai ‘3 Bali Baru’, yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keduabelas desainer Tanah Air yang memamerkan karya mereka di fashion parade kali ini adalah Anna Budiman, Yogiswari Pradjanti, Gee Batik, Viena KD, D’Ranaya by Dewi Ranaya, Bordir by Tasikmalaya, Levico, Tenun Nambo by Ryani Utami, Adinda Moeda, Roemah Kebaya, Batik Tenun Vi Balikpapan, dan Ida Giriz.

Koleksi yang ditampilkan para perancang busana kental mengusung ciri khas masing-masing. Anna Budiman misalnya, mengusung  tema rancangan Les Femmes Samosir (bermakna Perempuan Samosir). Rancangan ini sangat segar. Menurut Anna, tema ini dilatarbelakangi oleh kisah dari Danau Toba di Pulau Sumatera yang mempunyai legenda cerita yang unik dan kaya budaya.

Tema Les Femmes Samosir tersebut diterjemahkan Anna dalam 12 set busana yang menonjolkan bordir warna-warni dan menggunakan desain kain khas Batak, yaitu ulos. Menurut desainer anggota APPMI itu, rancangan yang tampil di ajang runaway kali ini menggunakan kain ulos biasa yang ditenun dengan tangan. Benang yang dipakai menenun dipilih berwarna emas dan perak sehingga menghasilkan kain berkilau seperti sutera. Warna-warna biru gelap, hijau botol dan ultraviolet berpadu manis dalam koleksi busana yang sangat terlihat anak muda.

Yang menarik, Anna memodifikasi ulos menjadi busana kasual siap pakai, menanggalkan kesan resmi. “Ulos kita tahu kerap dipakai di upacara adat atau perhelatan resmi. Nah, menggunakan ulos, saya membuat inovasi dengan mengaplikasikannya pada busana santai yang bisa dipakai untuk acara sehari-hari hingga pesta cocktail,” kata Anna.

Koleksinya terlihat muda dan kekinian karena memadukan kain ulos dengan bahan denim warna warni, sehingga desain terlihat energetik, segar, dan kekinian. Yang unik, dia juga memadukan bordir bermotif animal untuk memberikan nuansa berbeda.”Saya memakai bordir gajah dan harimau sebagai aksen pelengkap. Alasannya sederhana, kedua hewan ini banyak ditemukan di Pulau Sumatera,” ujar Anna seraya menambahkan busana ini ditujukan untuk sosialita, perempuan muda yang berani tampil mengikuti tren dan berjiwa energetik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here