Kolaborasi IFW dan Academy Koefia Italia Berdiplomasi lewat Fashion

0
702
LA STRADA / A DENIM STORY

Jakarta – Lebih dari statement diri, Fashion juga bisa menjadi sebuah alat diplomasi bagi dua negara. Melalui fashion Indonesia dan Italia, kini sedang giat mengakrabkan diri. Kedua negara ini berkolaborasi dalam pekan mode terbesar di Indonesia, Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, yang digelar oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), pada 28 Maret-1 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Italia, diwakili oleh Academy Koefia, sudah lima tahun ini mendukung IFW dengan memberikan beasiswa belajar mendesain di Academy Koefia Italia bagi pemenang Indonesia Fashion Designer Competition. Pada IFW 2018, dukungan juga diberikan dalam bentuk koleksi busana rancangan profesor di Academy Koefia. Koleksi tersebut diperagakan oleh para finalis Indonesia Fashion Model Competition (IFMC) di acara final yang digelar IFW 2018 di JCC, Jumat (30/3). Sebanyak 24 koleksi berbahan denim, diperagakan dan menjadi salah satu pertimbangan para juri memilih pemenang. Salah satu juri kompetisi juga merupakan perwakilan dari Koefia.

“Fashion bisa menjadi alat diplomasi bagi dua negara. Sudah lima tahun ini, Academy Koefia dari Italia mendukung IFW dengan memberikan beasiswa bagi pemenang kompetisi desainer, dan tahun ini Koefia juga mendukung dengan koleksi rancangannya untuk diperagakan di kompetisi model Indonesia Fashion Model Competition,” kata Presiden IFW 2018 sekaligus Presiden APPMI, Poppy Dharsono saat jumpa pers, Jumat (30/3).

Bianca Lami, perwakilan dari Academy Koefia menjelaskan, Academy Koefia, yang merupakan sekolah mode tertua di Italia, sangat bangga bisa mendukung perhelatan mode terbesar ini. “Kami senang mendukung IFW. Selain IFW, kami juga mendukung acara fashion week dunia, seperti di Los Angeles, Beijing, India, dan Turki,” ungkap Bianca.

Lewat kolaborasi ini, lanjut Bianca, Koefia berbagi ilmu dan pengalaman dengan para desainer Indonesia. Seperti diketahui, sebagai akademi mode tertua di Italia, Koefia sudah mencetak sejumlah desainer terkenal dunia, seperti Dolce n Gabbana dan Ferragmo. “Akademi kami memiliki tiga program pendidikan yaitu Alta Moda yang mengkhususkan pada keahlian hand made, Pret e Portez untuk busana semi ekslusif, dan program CAD yang mengkhususkan pada busana industri,” jelas Bianca.

Menurut Bianca, potensi Indonesia di bidang mode sangatlah besar. “Indonesia punya latar belakang sejarah yang menarik dan beragam, ada banyak budaya dan tradisi, pilihan mode mulai klasik hingga muslim, keahlian di craft yang kini kembali menjadi tren dunia, dan para desainernya memiliki cara pandang yang jauh ke depan. Ini keunggulan yang dimiliki Indonesia sehingga saya yakin industri fashion di Indonesia bisa maju,” kata Bianca memuji.

Hanya saja, pesan Bianca, untuk bisa melangkah ke internasional, desianer Indonesia harus bersatu. “Harus ada yang mengorganisasi untuk bisa bersama-sama maju mempromosikan produk fashion Indonesia ke internasional,” tandas Bianca.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here