INDONESIA YOUNG FASHION DESIGNER COMPETITION OFFICIAL E-COMMERCE PARTNER TOKOPEDIA

0
1370

Jakarta, 18 Desember 2017 — Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC)
yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Week adalah ajang kompetisi para perancang
muda tanah air. Misi dari kompetisi ini adalah mencari talenta baru yang tidak hanya kreatif dan inovatif tapi juga memiliki sebuah kreatifitas yang dikaitkan dengan bisnis.

 

Tokopedia yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan ‘dalam jaringan’ di Indonesia,
mengusung model bisnis marketplace, memungkinkan setiap individu, toko kecil dan brand
membuka dan mengelola toko daring. Dengan penawaran jutaan produk yang di antaranya
adalah fashion dan aksesories, Tokopedia selalu mendukung tumbuhnya industri kreatif di
Indonesia, salah satunya melalui Indonesia Fashion Week (IFW) 2018.

Misi Tokopedia adalah mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital. Tokopedia ingin
siapa saja bisa memulai dan membangun bisnis tanpa harus pindah ke kota yang lebih
besar, sekaligus memastikan siapa saja bisa mendapatkan produk dengan kualitas yang
sama dengan yang dijual di kota besar.

Hal ini sejalan dengan visi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia yang dihadirkan melalui salah satu kegiatannya, Indonesia Fashion Week, di mana Indonesia Fashion Week selalu bersinergi dan bekerja sama dengan para pelaku usaha UMKM melalui perancang-perancang mode Indonesia agar industri ini dapat terus berkembang menjadi
mandiri.

Oleh karenanya Tokopedia berharap kreasi yang dihasilkan oleh para desainer lokal ini bisa dijangkau oleh lebih banyak masyarakat Indonesia lewat platform digitalnya sehingga
bersama-sama mewujudkan mimpi dimulai dari Tokopedia.

Dari total 205 orang peserta yang mendaftar untuk IYFDC 2018, pada 5 Desember 2017
telah terpilih 29 peserta yang masuk tahap semifinal. Mereka diwajibkan datang ke Jakarta
untuk mempresentasikan rancangannya pada penjurian tahap kedua.

Dewan juri yang terdiri dari Harry Ibrahim, Misan Kopaka, dan Ai Syarief, hari ini melakukanseleksi secara ketat dengan memerhatikan detail dan kriteria seperti konsep yang digunakan untuk busana siap pakai, kesesuaian dengan tema ‘Cultural Identity’, desain yang inovatif, aplikasi nilai budaya dan kekayaan lokal serta daya pakai dan daya jual dari rancangannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here