WARNATASKU Mengangkat Tema Pesona Mutiara Maumere

0
1258

Jakarta 2 Februari 2017 – WARNATASKU adalah merk tas fashion premium yang dirintis sejak tahun 2011 yang saat ini berkantor pusat di daerah Jatibening, Bekasi.
Sejak awal dirintis, WARNATASKU selalu berkembang dalam sisi desain maupun kualitas, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memajukan kerajinan tas lokal hasil karya Indonesia untuk bersaing dengan produk tas internasional. Aktifitas produksi sejak awal desain sampai dengan produk jadi dikerjakan seluruhnya oleh WARNATASKU. Bahan atau material kain yang dipakai adalah kain tradisional yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia, melalui dunia fashion alasan penggunaan bahan ini dilakukan agar budaya Indonesia dapat tetap diwariskan dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya. Selain pelestarian budaya kain tradisional, misi selanjutnya yang dibawa oleh WARNATASKU adalah meningkatkan taraf hidup pengrajin kain tradisional melalui pemilihan dan penggunaan bahan pada produk tas. Kain-kain tradisional hasil dari pengrajin lokal Indonesia memiliki banyak sekali keunggulan untuk bersaing dan memiliki segmentasi pasar dengan prospek yang sangat baik.
Tahun 2017 Konsistensi desain model yang dibuat tetap membawa kesan simple atau sederhana nan elegan. Kenyamanan kualitas dapat dilihat dari pemakaian bahan pada bagian dalam dan luar tas. Kami yakin sepenuhnya bahwa segmentasi pasar profesional muda sampai dewasa mampu menjadi trendsetter bagi perkembangan potensi kain tradisional Indonesia. Sudah saatnya masyarakat Indonesia sadar bahwa budaya Indonesia yang diterjemahkan melalui kain-kain tradisional lokal memiliki banyak sekali potensi dan keunggulan.

WRNATASKU Mengangkat tema Pesona Mutiara Maumere Pagelaran fashion pada tanggal 2 Februari 2017, Ervina Ahmad, desainer WARNATASKU menampilkan desain dan koleksi terbaru dengan kain tenun ikat Maumere. Pemilihan Maumere secara khusus ditampilkan karena memiliki potensi kekayaan, keindahan dan kekuatan budaya untuk dijadikan salah satu lokasi tujuan wisata di Indonesia. Selain itu, budaya tenun ikat yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat pengrajin memiliki filosofi sejarah dan makna yang luas untuk diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pagelaran kali ini, WARNATASKU berkolaborasi dengan 6 (enam) desainer Indonesia dari APPMI DKI Jakarta antara lain Irwansyah Mec’s, Kunce Manduapessy, Verlita Evelyn, Dana Duryatna, Nita Seno Adji dan Yoyo Prasetyo.
Harapan Desainer Para desainer yang berperan serta pada pagelaran ini memiliki harapan besar kepada masyarakat Indonesia untuk dapat menghargai dan menjaga budaya Indonesia serta mampu mewariskan kepada generasi berikutnya untuk kejayaan Indonesia. Pagelaran kali ini pun ditujukan kepada pemerintah pusat dan daerah bahwa setiap daerah di Indonesia mampu memakmurkan Indonesia melalui potensi keberagaman budaya yang dimiliki.


Warnatasku adalah Indonesia. Dari Indonesia, oleh Indonesia dan untuk Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here