Kementerian Perindustrian terus berupaya menekan laju impor produk fashion di pasar dalam negeri

0
757

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian terus berupaya menekan laju impor produk fashion di pasar dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih pun mempersiapkan langkah-langkah strategis guna meningkatkan daya saing produk fashion nasional.

“Pemerintah berkomitmen mengamankan industri fashion, di antaranya melalui pembatasan pelabuhan impor, safeguard bagi industri fashion serta pemberlakuan SNI,” ujar Gati Wibawaningsih pada acara Soft Opening Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Di samping itu, Gati mengimbau kepada para desainer dan pelaku industri fashion nasional agar makin meningkatkan penggunaan bahan baku dan aksesoris produk dalam negeri.

“Akan dibuat material center yang bekerja sama dengan asosiasi sehingga IKM mendapatkan bahan baku dan bahan penolong dengan harga lebih murah,” tuturnya.

Dalam pengembangan daya saing industri fashion nasional, Kemenperin juga menjalankan berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis, pendampingan tenaga ahli, restrukturisasi mesin dan peralatan, penumbuhan wirausaha baru serta fasilitasi promosi melalui berbagai pameran dalam dan luar negeri.

“Terkait upaya perluasan pasar, kami akan memfasilitasi melalui e-smart IKM dengan memanfaatkan marketplace yang ada sehingga pasar online dalam negeri tidak dibanjiri oleh produk impor,” papar Gati.

Penyelenggaraan IFW diharapkan menjadi sarana untuk menampilkan produk-produk unggulan fashion dalam negeri.

Bahkan, kegiatan ini juga menjadi stimulus bagi pelaku IKM untuk meningkatkan kreativitas agar mampu bersaing dan mengembangkan usahanya.

Kemenperin mencatat, industri fashion merupakan salah satu dari 16 kelompok industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor produk fashion pada tahun 2015 mencapai 12,11 miliar dollar AS atau naik 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasar utama ekspor produk fashion Indonesia antara lain Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Jumlah tenaga kerja yang terserap oleh industri fashion nasional sebanyak 1,1 juta orang.

Penulis : Pramdia Arhando Julianto
Editor : M Fajar Marta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here